Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Maret 2013

4 Perkara Sebelum Tidur


(Tafsir Haqqi)

Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra: "Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu:

1. Sebelum Khatam Al-Qur'an
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir
3. Sebelum para muslim meridloi kamu
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh

Aisyah bertanya: "Ya Rasulallah...Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?"

Rasul tersenyum dan bersabda: "Jika engkau tidur bacalah: Al-Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al-Qur'an. Membacalah sholawat untukku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat, beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridloi kamu, Dan perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh".

Sekian untuk ingatan kita bersama

6 Pertanyaan Ghazali



Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam  Al Ghozali mengajukan 6 pertanyaan.

Pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?".

Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman,dan kerabatnya.  Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. tetapi yang paling  dekat  dengan kita adalah  "MATI". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti  akan mati. (Ali Imran 185)
 
Pertanyaan kedua "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".

Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan  bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang  mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah MASA LALU.  Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari  yang  akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
 
Pertanyaan yang ke tiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?".

Murid-muridnya ada yang menjawah gunung, bumi,dan matahari. Semua  jawaban  itu benar kata Imam Ghozali.  Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" (Al
A'Raf  179).  Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa  kita ke neraka.
 
Pertanyaan ke empat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".

Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban itu benar, kata Imam  Ghozali.  Tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini.Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT,sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang  amanahnya.

Pertanyaan yang ke lima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".
 
Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar  kata  Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN  SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting  kita  tinggalkan sholat.
 
Lantas pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia  ini?".

Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam  Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA".  Karena melalui lidah, Manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan
melukai perasaan saudaranya sendiri.

 
 

Kamis, 07 Maret 2013

Al-Kautsar



Innaa A'thoinaaka al-kautsar , Fasholli li robbbika wa an-har, Innasyaa ni'aka huwa al-abtar .. (QS Al Kautsar 1-3)

Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada engkau(Muhammad), nikmat yang sungguh melimpah karena itu, maka dirikanlah Sholat karena RabbMu dan berkorbanlah, sesungguhnya orang orang yang membencimu(Muhammad), merekalah yang terputus(dari rahmat Allah)

apa sebenarnya arti nikmat yang banyak yang dilimpahkan kepada Muhammad shallallaahu wa sallam?
bukankah nikmat itu adalah rumah yang megah ?
istri yang shalihah ?
harta yang melimpah ?
pakaian yang mewah ?
istana yang mentereng ?
mobil yang mahal ?
apakah muhammad memiliki itu semua ?
tidak !!, lalu kenapa Al kautsar itu adalah nikmat yang banyak ?

bukankah rumah Muhammad hanya sepanjang 12 kaki dan selebar 16 kaki ?
yang sama dengan 3x4 meter ?
bukankah itu cuman ruangan sempit belaka ?
yang kalau diibaratkan sekarang hanyalah RSSSS, Rumah Sangat Sangat Sederhana Sekali ?
kalau type 21 , ini hanya setengahnya, 12 M persegi !!
hingga ketika Muhammad bersujud maka ia harus menyingkirkan kaki aisyah dahulu ?
bukankah Muhammad yang agung itu sering berpuasa karena tak ada makanan ?
juga pernah suatu ketika, Muhammad rasul Allah itu pulang kemalaman, ia membawa roti kering untuk istrinya, karena sudah malam, ia tak tega untuk mengetuk pintu, sehingga bisa membangunkan istrinya, maka ia taruh rotinya di atas pintu, dan ia Muhammad tidur di luar ?, keesokan harinya, Aisyah melihat roti di atas pintu itu, kebetulan ada pengemis, maka diberikanlah roti yang sedianya untuk dirinya itu kepada pengemis itu ...

bukankah Muhammad yang mulia itu sering terlihat terganjal perutnya oleh 3 buah batu karena kosongnya perut ? bukankah wajah yang suci itu pernah hanya makan daun daunan kering dalam sebuah peperangan ?

Pengkhotbah yang Muallaf itu sudah 16 tahun menyimpan pertanyaan yang tak pernah terjawab itu sudah berbagai macam kamus ia baca, mulai dari yang tipis yang dijual dipinggir kaki lima, sampai kamus al munjid yang luar biasa itu ... berapa banyak kyai dan ustadz yang telah ia tanya, namun semua tak bisa menjawab pertanyaannya itu .. mulai dari kyai kampung sampai Buya Hamka ... semua tak ada yang menyelesaikan kegelisahan hatinya ...hingga 16 tahun kemudian, Allah mengundangnya ke Baitullah ... ketika di Raudah, ia ingat akan masalahnya itu, maka ia berdoa agar Allah memberikan jawabannya tak lama ia tertidur menyandar di tiang Raudah ...

dalam tidurnya ... tiba tiba ia dibawa ke masa silam ... dihadapannya bukan lagi terbentang masjid yang gagah .. tapi sebuah masjid sederhana yang hanya beratapkan daun kurma, berlantai tanah tiang tiangnya dari kayu .. podiumnya pun hanya dari kayu yang disilangkan dan diikat dengan tali dedaunan ..

 tiba tiba dari arah belakang .. seorang laki laki berpakaian putih melewati bahunya ... menuju ke masjid .. ketika sampai di pintu masjid, laki laki itu membalikkan wajahnya, dan tersenyum pada sang penceramah ...sang penceramah, tidak bisa berkata apa apa, kecuali hanya "ASSALAAMU'ALAIKA YA NABI" ..., dengan meneteskan air mata



tiba tiba, bahu sang penceramah ditepuk tepuk, rupanya ia dibangunkan oleh Asykar penjaga Masjid, bajunya nampak basah kuyup, rupanya dalam tidurnya tadi ia benar benar menangis dan sungguh Raudah sudah sepi, tidak ada orang sama sekali, asykar datang untuk mengunci pintu .. dan para asykar yang biasanya berwajah garang itu tamak sabar membimbing sang penceramah untuk keluar ..

di luar,sang penceramah hanya bisa menangis .. dan  ia bisa mengartikan arti kenikmatan dalam surat Al Kautsar itu .. nabi memang mendapatkan banyak kenikmatan .. tapi yang lebih benar adalah, nabi DIBERIKAN sebuah perasaan bahwa ia TELAH menerima Banyak Kenikmatan ..ketika seseorang telah merasa mendapatkan nikmat yang banyak, maka banyak sedikitnya materi yang dimiliki tidak lagi menjadi masalah, ia merasakan kenikmatan pada apa yang dia miliki ..

maka setelah nabi mendapatkan kenikmatan ini, ayat keduapun berlaku yaitu agar menegakkan sholat dan berqurban, dan bahwasanya orang orang yang membenci Risalah yang turun pada Muhammad, itu sebenarnya merekalah yang terputuskan dari kenikmatan dan rahmat Allah yang sesungguhnya ...

nabi sebenarnya tak hanya punya 4 sifat wajib belaka, yaitu amanah, fathonah, tabligh dan shiddiq .. tapi nabi juga Qonaah .. merasa cukup dengan apa yang ada .. sehingga itulah kenikmatan yang tiada taranya, kenikmatan yang melimpah ..

nabi memang miskin, tapi nabi senantiasa berqurban ketika hari raya qurban .. karena nabi merasa cukup .. nabi tak pernah mengeluhakan  harta, karena nabi merasa telah mendapatkan nikmat ... perasaan inilah yang musti kita miliki .

jika kita tak pernah merasa nikmat dengan apa yang kita miliki, maka selamanya kita akan merasa kurang dan haus akan materi ..  sehari hari kita hanya disibukkan mencari dan mengumpulkan harta dan melalaikan akhirat kita.. padahal perlombaan mengumpulkan harta itu tidaklah seperti perlombaan yang lain .. perlombaan yang lain pastilah ada finishnya .. lomba lari ada finishnya .. baik itu angka, jarak maupun waktu .. tapi tidak dengan perlombaan mengumpulkan harta, ia seperti air garam, yang semakin diminum akan semakin membuat haus, nabi bersabda, seandainya manusia itu diberikan emas sebanyak 2 buah gunung, niscaya ia akan memintanya lagi .. perlombaan dan bermegah megahan tentang dunia hanya akan berakhir ketika manusia masuk keliang kubur, yang tak ada lagi kesempatan baginya untuk bertaubat ...

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu , sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepalamu sendiri kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (At Takaatsur 1-8)

semoga Allah memberikan kenikmatan kepada kita kenikmatan untuk merasa bersyukur dengan apa yang telah kita miliki ...tidak berkeluh kesah akan sempitnya rizki .. sehingga kita bisa senantiasa bersyukur, bersabar, ikhtiar dan terus berdo'a serta bertawakkal .. karena barang siapa bertawakkal maka Allah akan mencukupi keperluannya (QS 65:3)

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta), dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya. Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya). Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya (QS 70:19-29)

Allahu a'lam bisshawab

Bila Al-Qur'an Bicara

Bila Al-Qur'an Bicara
 
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri  terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di  dalamnya." (QS Al A'raaf <7 : 36).

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku.  Dengan wudu' aku kau sentuh, dalam keadaan suci Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari. Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari.
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra.

 Sekarang engkau telah dewasa... Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku... Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah... Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu. Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

 Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya.
 Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu. Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa. Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan. Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian. Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

 Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman. Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau..... Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau
 nonton berita TV. Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia.
 Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha  Perkasa.
 Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...

 Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Basmalah).
 Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi.
 Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci  mobilmu.
 Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu.
 Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku.

 Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja.
 Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu.
 Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun.
 E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan.
 Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.
 Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.

 Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV.
 Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga.
 Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
 Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

 Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
 Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
 Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
 Itupun hanya beberapa lembar dariku
 Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
 Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

 Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan?
 Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
 Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
 Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat
 melaluinya.

 Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
 Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
 Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
 Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
 Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

 Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
 Di kuburmu nanti....
 Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
 Yang akan membantu engkau membela diri
 Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu
 Dari perjalanan di alam akhirat
 Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
 Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

 Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
 Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
 Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
 Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

 Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
 Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
 Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
 Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

 Sentuhilah aku kembali...
 Baca dan pelajari lagi aku....
 Setiap datangnya pagi dan sore hari
 Seperti dulu....dulu sekali...
 Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
 Di surau kecil kampungmu yang damai

 Jangan biarkan aku sendiri....
 Dalam bisu dan sepi....

 "Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk duniamu, Utamakan SHOLAT dan ZAKAT
 untuk akhiratmu"

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo